How-To Oleh Tim Editorial LPComp · 7 menit baca · 2026-09-08 · Diperbarui 2026-09-11 None dibaca

Laptop HP Tidak Mau Booting dari Flashdisk - Begini Cara Membukanya

Laptop HP Tidak Mau Booting dari Flashdisk - Begini Cara Membukanya

Foto: dokumentasi LPComp

Kamu sudah menyiapkan flashdisk berisi Linux, sudah dicolok, sudah di-restart — tapi laptopnya tetap masuk Windows seperti biasa. Flashdisknya seolah tidak dianggap ada.

Ini bukan flashdisknya rusak, dan bukan laptopnya bermasalah. Ada satu pengaman bawaan bernama Secure Boot yang memang tugasnya menolak sistem operasi selain yang sudah dikenal pabrik. Selama itu menyala, flashdisk Linux-mu akan terus diabaikan.

Artikel ini menunjukkan cara mematikannya di laptop HP. Semua gambar di bawah kami ambil dari simulator BIOS resmi HP, jadi yang kamu lihat di sini memang tampilan yang akan muncul di layarmu — bukan ilustrasi kira-kira.

⚠️ Baca dulu sebelum mengubah apa pun. Kalau harddisk laptopmu dikunci BitLocker, mengubah setelan ini membuat Windows meminta kunci pemulihan saat menyala. Tanpa kunci itu, isi harddiskmu tidak bisa dibuka sama sekali. Cek dulu: buka Control Panel, cari "BitLocker". Kalau menyala, matikan dulu atau simpan kuncinya.

Yang perlu kamu siapkan

Sebelum mulai, siapkan tiga hal ini. Semuanya sederhana:

  • Flashdisk 8 GB atau lebih — yang paling murah pun cukup, tidak perlu yang cepat. Isinya akan terhapus, jadi pindahkan dulu kalau ada data.
  • Waktu sekitar 15 menit — langkah di bawah tidak lama, tapi jangan dikerjakan terburu-buru sambil mengejar sesuatu.
  • Catat tipe laptopmu — ada di stiker bawah bodi. Ini berguna kalau nanti perlu bertanya.

Sistem operasinya sendiri gratis, jadi tidak ada biaya selain flashdisk — dan kalau kamu sudah punya flashdisk nganggur, biayanya nol.

Langkah 1: Masuk ke BIOS

Matikan laptop, lalu nyalakan sambil menekan F10 berkali-kali.

Kalau tidak masuk juga, coba tekan Esc berkali-kali — akan muncul menu, lalu pilih F10 BIOS Setup.

💡 Kalau tombolnya sama sekali tidak mempan, itu bukan salahmu. Windows punya fitur "Fast Startup" yang membuat laptop tidak benar-benar mati, jadi tombolnya tidak sempat terbaca. Jalan pintasnya lewat Windows: Settings > System > Recovery > Advanced startup > Restart now, lalu Troubleshoot > Advanced options > UEFI Firmware Settings.

Langkah 2: Kenali tampilan BIOS-mu — ada dua kemungkinan

HP memakai dua tampilan yang sangat berbeda. Yang mana punyamu menentukan langkah berikutnya, jadi cocokkan dulu dengan gambar.

Kemungkinan A: layar biru (laptop rumahan)

Kalau laptopmu seri HP 14/15/17, Pavilion, atau sejenisnya, tampilannya seperti ini:

Layar BIOS HP rumahan, InsydeH20 Setup Utility, tab Main Security System Configuration Exit Tulisan "InsydeH20 Setup Utility" di atas, latar biru, dan empat tab: Main, Security, System Configuration, Exit.

Kemungkinan B: layar putih (laptop bisnis)

Kalau laptopmu ProBook atau EliteBook, tampilannya lebih modern dan berlatar putih:

Layar BIOS HP bisnis, HP computer setup, tab Main Security Advanced UEFI Drivers Tulisan "HP computer setup" dan logo HP di pojok, tab Main, Security, Advanced, UEFI Drivers.

Sudah tahu yang mana punyamu? Lanjut ke bagian yang sesuai.

Kalau layarmu BIRU (laptop rumahan)

Secure Boot di sini tidak ada di tab Security — banyak orang tersesat mencarinya di situ.

Tab Security HP rumahan, isinya password dan TPM, tidak ada Secure Boot Tab Security cuma berisi urusan sandi dan TPM. Secure Boot tidak ada di sini.

Tempatnya di System Configuration, di dalam submenu Boot Options:

Tab System Configuration dengan submenu Boot Options Pilih System Configuration, lalu masuk ke Boot Options di bawah.

Di dalam Boot Options, inilah yang kamu cari:

Boot Options HP dengan Legacy Support dan Secure Boot Dua baris yang penting: Legacy Support dan Secure Boot.

Ubah: - Secure Boot menjadi Disabled - Legacy Support menjadi Enabled

Lalu tekan F10 untuk menyimpan.

💡 Kalau sampai sini flashdiskmu ternyata belum bisa dibaca juga, kemungkinan masalahnya bukan di BIOS lagi tapi di cara flashdisknya dibuat. Di LPComp kami menyediakan keping yang sudah siap pasang supaya langkah ini bisa dilewati — tapi kalau kamu ingin membuatnya sendiri, itu tetap bisa dan gratis.

⛔⛔ JEBAKAN TERBESAR DI LAPTOP HP — baca ini, atau kamu akan mengulang terus.

Setelah menyimpan dan restart, muncul pesan berisi kode 4 angka yang harus kamu ketik untuk konfirmasi.

Masalahnya: di banyak model, tidak ada kotak isian yang terlihat. Layarnya diam saja waktu kamu mengetik, seolah keyboardnya tidak berfungsi. Itu normal — ketik saja kodenya lalu tekan Enter.

Tapi kalau angkanya seharusnya muncul dan ternyata tidak, berarti Num Lock mati dan ketikanmu tidak terbaca sama sekali. Akibatnya Secure Boot menyala lagi sendiri, dan kamu mengira BIOS-nya rusak.

✅ Jalan amannya: pakai deretan angka di baris atas keyboard, bukan tombol angka di sebelah kanan. Cara itu melewati masalah Num Lock sepenuhnya.

Kalau layarmu PUTIH (ProBook / EliteBook)

Di sini justru sebaliknya — Secure Boot memang ada di tab Security.

Tab Security HP bisnis dengan Secure Boot Configuration Di bawah "Security Configuration", pilih Secure Boot Configuration.

Di dalamnya, matikan Secure Boot lalu simpan dengan F10.

⚠️ Di sebagian model HP bisnis yang lebih lama, menu ini ada di tab Advanced, bukan Security. Kalau tidak ketemu di Security, cek Advanced:

Tab Advanced HP bisnis Tab Advanced — tempat alternatif Secure Boot Configuration di generasi lebih lama.

Kalau setelan tidak mau tersimpan

Dua hal yang sering jadi penyebabnya di laptop HP:

  1. Cara menyimpan yang salah. Di sebagian model, memilih Main > Save and Exit justru tidak menyimpan. Yang berhasil: pilih dulu "Legacy boot enable, secure boot disable", lalu tekan F10 langsung.
  2. Belum ada sandi Administrator BIOS. Sebagian laptop HP menolak menyimpan perubahan keamanan sebelum sandi Administrator dipasang. Pasang dulu, ubah setelannya, lalu sandinya boleh dihapus lagi.

Kalau muncul "Boot Device Not Found" atau error 3F0

Jangan panik — laptopmu tidak rusak. Itu biasanya cuma urutan booting yang berubah.

Masuk BIOS lagi, tekan F9 (Restore Defaults), simpan, lalu ulangi langkahnya dengan lebih pelan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu Secure Boot dan kenapa harus dimatikan?

Secure Boot adalah pengaman bawaan yang hanya mengizinkan sistem operasi yang sudah dikenal pabrik untuk berjalan. Karena itu flashdisk Linux ditolak. Mematikannya membuat laptop mau membaca media lain.

Apakah mematikan Secure Boot berbahaya?

Untuk pemakaian sehari-hari, tidak. Yang hilang cuma satu lapis pengaman saat menyala. Kalau nanti kembali ke Windows, Secure Boot bisa dinyalakan lagi lewat menu yang sama.

Kenapa Secure Boot saya menyala lagi sendiri setelah restart?

Hampir selalu karena kode 4 angka konfirmasinya tidak terbaca — biasanya Num Lock mati. Ulangi, dan ketik kodenya memakai deretan angka di baris atas keyboard.

Kenapa Secure Boot tidak ada di tab Security?

Karena laptopmu seri rumahan. Di sana tempatnya di System Configuration, di dalam submenu Boot Options.

Bagaimana memastikan flashdisk saya sudah dibuat dengan benar?

Kalau setelah Secure Boot dimatikan flashdisknya tetap tidak muncul, kemungkinan masalahnya di flashdisknya, bukan di BIOS. Tandanya: flashdisk tidak muncul sama sekali di menu booting (tombol F9 di laptop HP). Buat ulang memakai program pembuat media boot seperti Rufus atau Ventoy, dan pastikan file ISO-nya terunduh utuh — unduhan yang terputus di tengah sering menghasilkan flashdisk yang terlihat normal tapi tidak bisa di-boot.

Apakah data saya hilang kalau mengubah setelan BIOS?

Tidak, mengubah setelan BIOS tidak menghapus data. Kecuali harddiskmu dikunci BitLocker — di situ Windows akan meminta kunci pemulihan, dan tanpa kunci itu datamu tidak bisa dibuka. Karena itu cek BitLocker dulu sebelum mulai.

Tombol F10 saya tidak berfungsi, bagaimana?

Kemungkinan besar karena Fast Startup Windows. Masuk lewat Settings > System > Recovery > Advanced startup > Restart now > Troubleshoot > Advanced options > UEFI Firmware Settings.

Dua cara melanjutkan

Setelah Secure Boot mati, laptop HP-mu akan mau membaca flashdisk Linux. Dari sini ada dua jalan, dan dua-duanya sah:

Cara pertama: siapkan sendiri, gratis. Unduh Linux Mint dari situs resminya (linuxmint.com), buat flashdisk boot-nya, lalu pasang. Semua gratis dan resmi. Artikel kami tentang aplikasi pengganti Windows berisi daftar lengkap aplikasi yang bisa kamu unduh sendiri.

Cara kedua: pakai keping siap pasang dari LPComp. Kalau tidak mau repot membuat media boot sendiri, di toko LPComp tersedia:

Bedanya di mana? Keping dari kami sudah diuji jalan di laptop sungguhan sebelum dikirim — jadi kamu tidak perlu menebak apakah file ISO-nya terunduh utuh, apakah flashdisknya dibuat dengan benar, atau apakah versi Linux-nya cocok dengan umur laptopmu. Tiga hal itu yang paling sering bikin orang bolak-balik gagal dan akhirnya menyerah, padahal BIOS-nya sudah benar.

Kalau WiFi laptopmu termasuk yang tidak terbaca Linux, dongle-nya juga sudah kami uji di beberapa versi Linux — bukan sekadar menyalin klaim dari kemasan.

Sebutkan tipe laptop HP-mu saat memesan, supaya kami cek dulu apakah ada catatan khusus untuk model itu. Kalau ragu, tanya saja dulu — lebih baik dipastikan daripada barangnya tidak terpakai.

Penutup

Laptop HP yang tidak mau booting dari flashdisk hampir tidak pernah berarti rusak. Sembilan dari sepuluh kasus cuma soal Secure Boot yang masih menyala — dan sekarang kamu tahu persis di mana letaknya dan apa jebakannya.

Punya laptop merek lain? Panduan yang sama tersedia untuk Lenovo, Asus, Dell, dan Acer.

Tim Editorial LPComp

Ditulis oleh

Tim Editorial LPComp

Tim editorial LPComp — praktisi spare part dan aksesoris laptop dengan pengalaman lebih dari 10 tahun mencocokkan kompatibilitas komponen lintas merk laptop.

Keahlian: Spare Part Laptop · Kabel Flex · Charger Laptop · Engsel Laptop · Baut Casing Laptop · Reparasi Laptop

Profil tim · Instagram · YouTube

Artikel Terkait

How-To
Cara Instal SparkyLinux dari DVD: Debian yang Sudah Siap Pakai
How-To
Cara Instal Kubuntu dari DVD: Tampilan Mewah Mirip Windows
How-To
Cara Instal BlankOn Linux dari DVD: Distro Buatan Indonesia
How-To
Cara Instal Gentoo Linux dari DVD: Semua Program Dikompilasi Sendiri