Mandriva Linux pernah menjadi salah satu distro Linux paling populer di Indonesia. Pada era 2000-an, ia banyak dipakai di sekolah, kampus, dan kantor pemerintahan karena satu alasan: mudah dipakai orang yang baru pindah dari Windows.
Kunci kemudahannya adalah Mandriva Control Center — pusat pengaturan bergambar tempat hampir semua hal bisa diatur lewat menu, di masa ketika distro lain masih mengharuskan mengetik perintah.
Catatan Penting Sebelum Mulai
Mandriva sudah tidak ada lagi. Perusahaan pengembangnya berhenti beroperasi, dan rilis terakhirnya sudah lebih dari satu dasawarsa lalu. Tidak ada pembaruan keamanan, dan banyak perangkat keras laptop masa kini tidak dikenalinya.
Jadi Mandriva hari ini paling masuk akal untuk:
- Nostalgia dan koleksi — bagi yang dulu memakainya.
- Komputer sangat lama yang memang seangkatan dengannya.
- Belajar sejarah Linux — melihat langsung bagaimana Linux dibuat ramah pengguna pada masanya.
- Komputer yang tidak tersambung internet.
Kalau Anda ingin merasakan Mandriva tapi dengan sistem yang masih hidup, pilihannya adalah Mageia — penerus resminya, dikerjakan oleh pengembang dan komunitas yang sama, dengan pusat pengaturan yang hampir identik. Kami juga menjualnya; silakan chat kami.
Catatan soal gambar di panduan ini
Gambar di panduan ini bukan hasil pemotretan kami sendiri — Mandriva sudah tidak dirilis lagi. Gambar di bawah berasal dari dokumentasi publik berlisensi bebas dan kami cantumkan sumbernya.
Sebelum Mulai
- Cadangkan data penting Anda.
- Karena Mandriva berasal dari era sebelum sistem boot modern, pada laptop keluaran baru Anda hampir pasti perlu mematikan Secure Boot dan mengaktifkan mode Legacy/CSM di BIOS. Langkahnya ada di panduan Cara Boot DVD Installer Linux di Laptop.
- Kalau laptop Anda terlalu baru, kemungkinan besar tidak akan bisa sama sekali — dalam hal itu, pakai mesin virtual (VirtualBox) sebagai jalan keluar.
Langkah 1: Booting dan Pemasang DrakX
Dokumentasi LPComp.
Dokumentasi LPComp.
Dokumentasi LPComp.
Dokumentasi LPComp.
Dokumentasi LPComp.
Mandriva memakai pemasang bernama DrakX — bertahap, dengan daftar tahap di sisi kiri layar. Inilah pemasang yang dulu dipuji karena kemudahannya, dan yang kemudian diwarisi Mageia.
Urutan pertanyaannya:
- Bahasa — Bahasa Indonesia tersedia; ini salah satu alasan Mandriva dulu populer di sini.
- Persetujuan lisensi.
- Tata letak keyboard — pilih US keyboard.
- Pembagian disk — layar paling menentukan. Pilihannya: memakai ruang kosong (Windows tetap aman), menghapus seluruh disk, atau mengatur sendiri.
- Pilihan paket — pilih tampilan desktop (KDE atau GNOME) dan kelompok aplikasi.
- Kata sandi root dan akun pengguna — catat keduanya.
- Ringkasan — Mandriva menampilkan halaman ringkasan berisi semua pengaturan (zona waktu, kartu suara, kartu grafis, jaringan). Anda bisa mengubahnya satu per satu sebelum melanjutkan. Pastikan zona waktu diubah ke Jakarta, Makassar, atau Jayapura.
Langkah 2: Hasilnya
Dokumentasi LPComp.
Setelah selesai, keluarkan DVD lalu nyalakan ulang. Masuk dengan akun yang tadi dibuat.
Setelah Terpasang
- Buka Mandriva Control Center. Inilah yang dulu membuat Mandriva istimewa — pengaturan perangkat keras, jaringan, dan pengguna lewat menu bergambar.
- Jangan mengandalkan pembaruan dari internet. Server pembaruan Mandriva sudah lama tidak beroperasi. Sistem ini sebaiknya dipakai apa adanya.
- Simpan DVD-nya baik-baik — kepingan Anda kemungkinan salah satu sumber yang masih dapat dipercaya untuk sistem ini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
DVD tidak mau jalan di laptop saya.
Sangat mungkin. Mandriva berasal dari era sebelum cara boot modern. Masuk BIOS, matikan Secure Boot, aktifkan mode Legacy atau CSM. Kalau tetap gagal, laptop Anda terlalu baru — pakai mesin virtual.
Apa bedanya Mandriva dengan Mandrake?
Sama, hanya berganti nama. Mandrake berganti nama menjadi Mandriva pada 2005 karena persoalan merek dagang. Jadi Mandrake adalah nama lama dari sistem yang sama.
Kalau saya ingin yang seperti ini tapi masih hidup?
Mageia. Dibuat oleh orang-orang yang sama setelah Mandriva berhenti, dengan pusat pengaturan yang hampir identik, dan masih aktif dikembangkan.
Belum punya DVD-nya?
Lihat di toko kami: Mandriva Linux DVD Installer. Kalau tujuan Anda memakai sistem sehari-hari (bukan koleksi), sebutkan lewat chat — akan kami sarankan penerusnya yang masih aktif.





