How-To Oleh Tim Editorial LPComp · 3 menit baca · 2026-08-16 · Diperbarui 2026-08-18 None dibaca

Cara Instal Mandriva dari DVD: Kelanjutan Mandrake Sebelum Mageia

Cara Instal Mandriva dari DVD: Kelanjutan Mandrake Sebelum Mageia

Foto: dokumentasi LPComp

Bagian dari seri: Instal Linux untuk pemula
  1. Atur BIOS/UEFI supaya laptop mau boot dari DVD
    Mulai dari sini kalau DVD-nya diabaikan dan laptop langsung masuk Windows
  2. Buat flashdisk bootable
    Kalau laptop Anda sudah tidak punya DVD drive
  3. Pasang sistemnyaAnda di sini
    Halaman ini
Lihat semua panduan Linux ›

Mandriva Linux pernah menjadi salah satu distro Linux paling populer di Indonesia. Pada era 2000-an, ia banyak dipakai di sekolah, kampus, dan kantor pemerintahan karena satu alasan: mudah dipakai orang yang baru pindah dari Windows.

Kunci kemudahannya adalah Mandriva Control Center — pusat pengaturan bergambar tempat hampir semua hal bisa diatur lewat menu, di masa ketika distro lain masih mengharuskan mengetik perintah.

Catatan Penting Sebelum Mulai

Mandriva sudah tidak ada lagi. Perusahaan pengembangnya berhenti beroperasi, dan rilis terakhirnya sudah lebih dari satu dasawarsa lalu. Tidak ada pembaruan keamanan, dan banyak perangkat keras laptop masa kini tidak dikenalinya.

Jadi Mandriva hari ini paling masuk akal untuk:

  • Nostalgia dan koleksi — bagi yang dulu memakainya.
  • Komputer sangat lama yang memang seangkatan dengannya.
  • Belajar sejarah Linux — melihat langsung bagaimana Linux dibuat ramah pengguna pada masanya.
  • Komputer yang tidak tersambung internet.

Kalau Anda ingin merasakan Mandriva tapi dengan sistem yang masih hidup, pilihannya adalah Mageia — penerus resminya, dikerjakan oleh pengembang dan komunitas yang sama, dengan pusat pengaturan yang hampir identik. Kami juga menjualnya; silakan chat kami.

Catatan soal gambar di panduan ini

Gambar di panduan ini bukan hasil pemotretan kami sendiri — Mandriva sudah tidak dirilis lagi. Gambar di bawah berasal dari dokumentasi publik berlisensi bebas dan kami cantumkan sumbernya.

Sebelum Mulai

  • Cadangkan data penting Anda.
  • Karena Mandriva berasal dari era sebelum sistem boot modern, pada laptop keluaran baru Anda hampir pasti perlu mematikan Secure Boot dan mengaktifkan mode Legacy/CSM di BIOS. Langkahnya ada di panduan Cara Boot DVD Installer Linux di Laptop.
  • Kalau laptop Anda terlalu baru, kemungkinan besar tidak akan bisa sama sekali — dalam hal itu, pakai mesin virtual (VirtualBox) sebagai jalan keluar.

Langkah 1: Booting dan Pemasang DrakX

Dialog Please choose your keyboard layout pada pemasang Mandriva dengan US keyboard terpilih

Dokumentasi LPComp.

Layar lisensi Mandriva setelah pilihan Accept diklik sehingga tombol Ok menjadi aktif

Dokumentasi LPComp.

Layar lisensi Mandriva dengan pilihan Refuse terpilih dan tombol Ok dalam keadaan tidak aktif

Dokumentasi LPComp.

Dialog Please choose a language to use pada pemasang Mandriva

Dokumentasi LPComp.

Menu boot Mandriva 2011 dengan pilihan Launch system dan Install system

Dokumentasi LPComp.

Mandriva memakai pemasang bernama DrakX — bertahap, dengan daftar tahap di sisi kiri layar. Inilah pemasang yang dulu dipuji karena kemudahannya, dan yang kemudian diwarisi Mageia.

Urutan pertanyaannya:

  1. Bahasa — Bahasa Indonesia tersedia; ini salah satu alasan Mandriva dulu populer di sini.
  2. Persetujuan lisensi.
  3. Tata letak keyboard — pilih US keyboard.
  4. Pembagian disk — layar paling menentukan. Pilihannya: memakai ruang kosong (Windows tetap aman), menghapus seluruh disk, atau mengatur sendiri.
  5. Pilihan paket — pilih tampilan desktop (KDE atau GNOME) dan kelompok aplikasi.
  6. Kata sandi root dan akun pengguna — catat keduanya.
  7. Ringkasan — Mandriva menampilkan halaman ringkasan berisi semua pengaturan (zona waktu, kartu suara, kartu grafis, jaringan). Anda bisa mengubahnya satu per satu sebelum melanjutkan. Pastikan zona waktu diubah ke Jakarta, Makassar, atau Jayapura.

Langkah 2: Hasilnya

Desktop Mandriva 2011 dengan panel aplikasi di bagian bawah layar

Dokumentasi LPComp.

Setelah selesai, keluarkan DVD lalu nyalakan ulang. Masuk dengan akun yang tadi dibuat.

Setelah Terpasang

  1. Buka Mandriva Control Center. Inilah yang dulu membuat Mandriva istimewa — pengaturan perangkat keras, jaringan, dan pengguna lewat menu bergambar.
  2. Jangan mengandalkan pembaruan dari internet. Server pembaruan Mandriva sudah lama tidak beroperasi. Sistem ini sebaiknya dipakai apa adanya.
  3. Simpan DVD-nya baik-baik — kepingan Anda kemungkinan salah satu sumber yang masih dapat dipercaya untuk sistem ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

DVD tidak mau jalan di laptop saya.
Sangat mungkin. Mandriva berasal dari era sebelum cara boot modern. Masuk BIOS, matikan Secure Boot, aktifkan mode Legacy atau CSM. Kalau tetap gagal, laptop Anda terlalu baru — pakai mesin virtual.

Apa bedanya Mandriva dengan Mandrake?
Sama, hanya berganti nama. Mandrake berganti nama menjadi Mandriva pada 2005 karena persoalan merek dagang. Jadi Mandrake adalah nama lama dari sistem yang sama.

Kalau saya ingin yang seperti ini tapi masih hidup?
Mageia. Dibuat oleh orang-orang yang sama setelah Mandriva berhenti, dengan pusat pengaturan yang hampir identik, dan masih aktif dikembangkan.

Belum punya DVD-nya?
Lihat di toko kami: Mandriva Linux DVD Installer. Kalau tujuan Anda memakai sistem sehari-hari (bukan koleksi), sebutkan lewat chat — akan kami sarankan penerusnya yang masih aktif.

Tim Editorial LPComp

Ditulis oleh

Tim Editorial LPComp

Tim editorial LPComp — praktisi spare part dan aksesoris laptop dengan pengalaman lebih dari 10 tahun mencocokkan kompatibilitas komponen lintas merk laptop.

Keahlian: Spare Part Laptop · Kabel Flex · Charger Laptop · Engsel Laptop · Baut Casing Laptop · Reparasi Laptop

Profil tim · Instagram · YouTube

Artikel Terkait

How-To
Cara Instal SparkyLinux dari DVD: Debian yang Sudah Siap Pakai
How-To
Cara Instal Kubuntu dari DVD: Tampilan Mewah Mirip Windows
How-To
Cara Instal BlankOn Linux dari DVD: Distro Buatan Indonesia
How-To
Cara Instal Gentoo Linux dari DVD: Semua Program Dikompilasi Sendiri