How-To Oleh Tim Editorial LPComp · 3 menit baca · 2026-08-16 · Diperbarui 2026-08-18 None dibaca

Cara Instal Mandrake Linux dari DVD: Nama Asli Sebelum Jadi Mandriva

Cara Instal Mandrake Linux dari DVD: Nama Asli Sebelum Jadi Mandriva

Foto: dokumentasi LPComp

Bagian dari seri: Instal Linux untuk pemula
  1. Atur BIOS/UEFI supaya laptop mau boot dari DVD
    Mulai dari sini kalau DVD-nya diabaikan dan laptop langsung masuk Windows
  2. Buat flashdisk bootable
    Kalau laptop Anda sudah tidak punya DVD drive
  3. Pasang sistemnyaAnda di sini
    Halaman ini
Lihat semua panduan Linux ›

Mandrake Linux adalah salah satu tonggak sejarah Linux. Dirilis pertama kali tahun 1998, ia menjadi distro pertama yang benar-benar serius membuat Linux mudah dipakai orang biasa — di masa ketika memasang Linux masih berarti mengetik puluhan perintah.

Catatan Penting Sebelum Mulai

Mandrake sudah tidak ada lagi — bahkan namanya pun sudah tidak dipakai sejak 2005, ketika berganti menjadi Mandriva karena persoalan merek dagang. Mandriva sendiri kemudian juga berhenti, dan dilanjutkan komunitas dengan nama Mageia.

Jadi urutan sejarahnya: Mandrake (1998) → Mandriva (2005) → Mageia (2011, masih hidup).

Mandrake hari ini paling masuk akal untuk:

  • Koleksi dan nostalgia — bagi yang dulu memakainya.
  • Belajar sejarah Linux — melihat langsung bagaimana Linux dibuat ramah pengguna untuk pertama kalinya.
  • Komputer sangat tua yang seangkatan dengannya.

Untuk pemakaian sehari-hari hari ini, Mandrake sama sekali tidak sesuai — tidak ada pembaruan keamanan, dan perangkat keras modern tidak dikenalinya. Kalau Anda ingin merasakan warisannya dengan sistem yang masih hidup, pilih Mageia. Silakan chat kami.

Catatan soal gambar di panduan ini

Gambar di panduan ini bukan hasil pemotretan kami sendiri. Gambar di bawah berasal dari dokumentasi publik berlisensi bebas dan kami cantumkan sumbernya.

Sebelum Mulai — Baca Ini Dulu

Sangat kami sarankan memasang Mandrake di mesin virtual (VirtualBox atau VMware), bukan di laptop sungguhan.

Alasannya praktis: sistem seusia Mandrake hampir pasti tidak mengenali perangkat keras laptop keluaran 10 tahun terakhir — kartu grafis, WiFi, bahkan pengendali hard disk-nya. Di mesin virtual, semua perangkat kerasnya disederhanakan sehingga Mandrake justru berjalan mulus.

Kalau tetap ingin di komputer sungguhan, gunakan komputer meja lama, dan matikan Secure Boot serta aktifkan mode Legacy/CSM di BIOS. Langkahnya ada di panduan Cara Boot DVD Installer Linux di Laptop.

Langkah-langkah Pemasangan

Layar lisensi Mandrake setelah Accept dipilih sehingga tombol Next menjadi aktif

Dokumentasi LPComp.

Layar lisensi Mandrake dengan pilihan Refuse terpilih dan tombol Next dalam keadaan tidak aktif

Dokumentasi LPComp.

Layar pemilihan bahasa Mandrake dengan panel bahasa tambahan dan pilihan Use Unicode by default

Dokumentasi LPComp.

Pemasang Mandrake Linux 9.1 dengan daftar tahap di sisi kiri: Language, License, Security, Partitioning, Install system, sampai Exit install

Dokumentasi LPComp.

Layar boot Mandrake Linux dengan logo bintang dan keterangan tekan Enter untuk memasang atau memutakhirkan sistem

Dokumentasi LPComp.

Layar pemilihan tipe mouse pemasang Mandrake Linux 9.1, dengan daftar PS/2, USB, busmouse, dan serial

Dokumentasi LPComp.

Mandrake memakai pemasang DrakX — pendahulu dari pemasang yang kemudian dipakai Mandriva dan Mageia. Alurnya bertahap dengan daftar tahap di sisi kiri:

  1. Bahasa — pilih English atau Bahasa Indonesia kalau tersedia di versi Anda.
  2. Persetujuan lisensi.
  3. Kelas pemasangan — pilih Recommended kalau ditawarkan; itu jalur paling sederhana.
  4. Tata letak keyboard — US keyboard.
  5. Pembagian disk — layar paling menentukan. Pilih memakai ruang kosong kalau ingin mempertahankan sistem lama, atau menghapus seluruh disk.
  6. Pilihan paket — pilih kelompok aplikasi dan tampilan desktop (KDE atau GNOME).
  7. Kata sandi root dan akun pengguna — catat keduanya.
  8. Ringkasan — periksa zona waktu, ubah ke Jakarta, Makassar, atau Jayapura.
  9. Boot loader — biarkan bawaan (LILO atau GRUB).

Proses menyalin berjalan 20–40 menit. Setelah selesai, keluarkan DVD lalu nyalakan ulang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

DVD sama sekali tidak mau jalan di laptop saya.
Untuk sistem seusia Mandrake, ini wajar terjadi pada laptop keluaran baru. Jalan keluar paling praktis: pasang di mesin virtual seperti VirtualBox.

Apa bedanya Mandrake, Mandriva, dan Mageia?
Ketiganya satu garis keturunan. Mandrake berganti nama jadi Mandriva pada 2005; setelah Mandriva berhenti, komunitas melanjutkannya sebagai Mageia yang masih hidup sampai sekarang.

Masih layak dipakai sehari-hari?
Tidak. Tidak ada pembaruan keamanan, dan hampir semua aplikasi modern tidak bisa dipasang. Nilainya ada pada sejarah dan koleksi.

Belum punya DVD-nya?
Lihat di toko kami: Mandrake Linux DVD Installer. Kalau tujuan Anda memakai Linux sehari-hari, sebutkan lewat chat — akan kami sarankan yang sesuai.

Tim Editorial LPComp

Ditulis oleh

Tim Editorial LPComp

Tim editorial LPComp — praktisi spare part dan aksesoris laptop dengan pengalaman lebih dari 10 tahun mencocokkan kompatibilitas komponen lintas merk laptop.

Keahlian: Spare Part Laptop · Kabel Flex · Charger Laptop · Engsel Laptop · Baut Casing Laptop · Reparasi Laptop

Profil tim · Instagram · YouTube

Artikel Terkait

How-To
Cara Instal BlankOn Linux dari DVD: Distro Buatan Indonesia
How-To
Cara Instal Kubuntu dari DVD: Tampilan Mewah Mirip Windows
How-To
Cara Instal SparkyLinux dari DVD: Debian yang Sudah Siap Pakai
How-To
Cara Instal Gentoo Linux dari DVD: Semua Program Dikompilasi Sendiri