Mandrake Linux adalah salah satu tonggak sejarah Linux. Dirilis pertama kali tahun 1998, ia menjadi distro pertama yang benar-benar serius membuat Linux mudah dipakai orang biasa — di masa ketika memasang Linux masih berarti mengetik puluhan perintah.
Catatan Penting Sebelum Mulai
Mandrake sudah tidak ada lagi — bahkan namanya pun sudah tidak dipakai sejak 2005, ketika berganti menjadi Mandriva karena persoalan merek dagang. Mandriva sendiri kemudian juga berhenti, dan dilanjutkan komunitas dengan nama Mageia.
Jadi urutan sejarahnya: Mandrake (1998) → Mandriva (2005) → Mageia (2011, masih hidup).
Mandrake hari ini paling masuk akal untuk:
- Koleksi dan nostalgia — bagi yang dulu memakainya.
- Belajar sejarah Linux — melihat langsung bagaimana Linux dibuat ramah pengguna untuk pertama kalinya.
- Komputer sangat tua yang seangkatan dengannya.
Untuk pemakaian sehari-hari hari ini, Mandrake sama sekali tidak sesuai — tidak ada pembaruan keamanan, dan perangkat keras modern tidak dikenalinya. Kalau Anda ingin merasakan warisannya dengan sistem yang masih hidup, pilih Mageia. Silakan chat kami.
Catatan soal gambar di panduan ini
Gambar di panduan ini bukan hasil pemotretan kami sendiri. Gambar di bawah berasal dari dokumentasi publik berlisensi bebas dan kami cantumkan sumbernya.
Sebelum Mulai — Baca Ini Dulu
Sangat kami sarankan memasang Mandrake di mesin virtual (VirtualBox atau VMware), bukan di laptop sungguhan.
Alasannya praktis: sistem seusia Mandrake hampir pasti tidak mengenali perangkat keras laptop keluaran 10 tahun terakhir — kartu grafis, WiFi, bahkan pengendali hard disk-nya. Di mesin virtual, semua perangkat kerasnya disederhanakan sehingga Mandrake justru berjalan mulus.
Kalau tetap ingin di komputer sungguhan, gunakan komputer meja lama, dan matikan Secure Boot serta aktifkan mode Legacy/CSM di BIOS. Langkahnya ada di panduan Cara Boot DVD Installer Linux di Laptop.
Langkah-langkah Pemasangan
Dokumentasi LPComp.
Dokumentasi LPComp.
Dokumentasi LPComp.
Dokumentasi LPComp.
Dokumentasi LPComp.
Dokumentasi LPComp.
Mandrake memakai pemasang DrakX — pendahulu dari pemasang yang kemudian dipakai Mandriva dan Mageia. Alurnya bertahap dengan daftar tahap di sisi kiri:
- Bahasa — pilih English atau Bahasa Indonesia kalau tersedia di versi Anda.
- Persetujuan lisensi.
- Kelas pemasangan — pilih Recommended kalau ditawarkan; itu jalur paling sederhana.
- Tata letak keyboard — US keyboard.
- Pembagian disk — layar paling menentukan. Pilih memakai ruang kosong kalau ingin mempertahankan sistem lama, atau menghapus seluruh disk.
- Pilihan paket — pilih kelompok aplikasi dan tampilan desktop (KDE atau GNOME).
- Kata sandi root dan akun pengguna — catat keduanya.
- Ringkasan — periksa zona waktu, ubah ke Jakarta, Makassar, atau Jayapura.
- Boot loader — biarkan bawaan (LILO atau GRUB).
Proses menyalin berjalan 20–40 menit. Setelah selesai, keluarkan DVD lalu nyalakan ulang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
DVD sama sekali tidak mau jalan di laptop saya.
Untuk sistem seusia Mandrake, ini wajar terjadi pada laptop keluaran baru. Jalan keluar paling praktis: pasang di mesin virtual seperti VirtualBox.
Apa bedanya Mandrake, Mandriva, dan Mageia?
Ketiganya satu garis keturunan. Mandrake berganti nama jadi Mandriva pada 2005; setelah Mandriva berhenti, komunitas melanjutkannya sebagai Mageia yang masih hidup sampai sekarang.
Masih layak dipakai sehari-hari?
Tidak. Tidak ada pembaruan keamanan, dan hampir semua aplikasi modern tidak bisa dipasang. Nilainya ada pada sejarah dan koleksi.
Belum punya DVD-nya?
Lihat di toko kami: Mandrake Linux DVD Installer. Kalau tujuan Anda memakai Linux sehari-hari, sebutkan lewat chat — akan kami sarankan yang sesuai.





