Laptop baru saja diinstal ulang Windows, dan tiba-tiba menu pilihan Linux yang dulu muncul saat komputer dinyalakan hilang tanpa bekas. Atau sebaliknya: komputer berhenti di layar hitam bertuliskan grub rescue> dan tidak mau masuk ke mana-mana. Atau yang paling menyebalkan, kata sandi Windows lupa dan tidak ada cara masuk. Untuk tiga masalah itu - dan beberapa lainnya - ada satu keping DVD yang dibuat khusus: Rescatux. Panduan ini memperkenalkan apa isinya, masalah apa saja yang bisa ia selamatkan, dan siapa yang benar-benar membutuhkannya. Semua tangkapan layar di bawah adalah potret kami sendiri dari Rescatux 0.74.
Ringkasan cepat: Rescatux adalah live CD penyelamat berbasis Debian - dijalankan langsung dari DVD, tidak dipasang ke komputer. Isi utamanya satu aplikasi bernama Rescapp: daftar tombol besar untuk memperbaiki masalah yang biasanya menuntut hafalan perintah panjang, seperti mengembalikan menu boot GRUB yang hilang setelah instal ulang Windows, mengatur ulang kata sandi Windows atau Linux yang lupa, dan memperbaiki boot UEFI. Nilai jualnya satu kalimat: memperbaiki lewat tombol, bukan lewat mengetik perintah.
Rescatux Itu Apa, dan Bedanya dengan Alat Rescue Lain
Rescatux bukan sistem operasi harian dan bukan pengganti Windows. Ia live CD: sistem sekali jalan yang dimuat dari DVD ke memori komputer, dipakai sebentar untuk satu pekerjaan perbaikan, lalu DVD dikeluarkan dan komputer kembali seperti semula. Isi di dalam hard disk Anda tidak ikut berubah kecuali Anda sendiri yang menyuruhnya berubah.
Yang membedakan Rescatux dari alat penyelamat lain adalah Rescapp, aplikasi utamanya. Alat rescue berbasis Linux umumnya memberi Anda sebuah terminal kosong lalu mempersilakan Anda mengetik sendiri rangkaian perintah seperti mount, chroot, dan grub-install - urutan yang mudah salah dan berbahaya kalau salah ketik. Rescapp membalik pendekatan itu: setiap perbaikan umum disediakan sebagai satu tombol dengan nama masalahnya. Anda memilih masalah, aplikasi yang menyusun perintahnya.
Perbaikan yang disediakan Rescapp mencakup:
- Mengembalikan GRUB - menu hitam berisi daftar sistem operasi yang muncul saat komputer dinyalakan. Ini kasus paling sering di Indonesia: laptop dual-boot Windows dan Linux, lalu Windows diinstal ulang, dan menu pilihan Linux lenyap. Bukan Linuxnya yang hilang - datanya masih utuh di disk - hanya "papan penunjuk jalan"-nya yang ditimpa Windows. Rescatux punya tombol khusus untuk memasang ulang papan penunjuk itu.
- Mengatur ulang kata sandi Windows - untuk komputer yang sandinya lupa dan tidak ada akun lain yang bisa masuk.
- Mengatur ulang kata sandi Linux serta memperbaiki hak akses berkas dan folder milik pengguna yang berantakan.
- Memperbaiki boot UEFI - urusan komputer keluaran baru yang tidak lagi memakai cara boot lama, termasuk mengembalikan entri boot yang hilang dari daftar firmware.
- Memeriksa disk dan berkas sistem - untuk mendeteksi apakah masalahnya sebenarnya di hardware, bukan di software.
Sasarannya jelas: teknisi yang setiap minggu bertemu laptop gagal boot, dan pemakai biasa yang komputernya tiba-tiba tidak mau masuk Windows atau Linux dan butuh jalan keluar tanpa harus belajar perintah terminal lebih dulu.
Layar 1: Menu Boot Rescatux
Dokumentasi LPComp.
Inilah layar pertama begitu DVD dijalankan. Tampilannya khas: maskot GNU berjas dokter lengkap dengan tanda palang merah, ditemani penguin Linux memakai stetoskop - lambang yang pas untuk keping yang tugasnya "mengobati" komputer sakit. Di kiri atas tertulis alamat resminya, https://www.rescatux.org, dan di tengah nama versinya: Rescatux 0.74.
Kotak kuning di kanan berjudul BIOS BOOT MENU berisi pilihan berikut:
- Rescatux (auto) - biarkan sistem sendiri yang menentukan versi mana yang cocok untuk komputer Anda. Ini pilihan yang paling aman kalau Anda tidak yakin.
- Rescatux (amd64) - versi 64-bit, untuk hampir semua komputer dan laptop keluaran sepuluh tahun terakhir. Pada potret ini pilihan tersebut yang sedang tersorot oranye.
- Rescatux (amd64 failsafe) - versi 64-bit dengan pengaturan tampilan dan perangkat keras yang serba aman. Dipakai kalau pilihan biasa berhenti di layar hitam.
- Rescatux (686) - versi 32-bit, untuk komputer lama yang prosesornya belum 64-bit. Inilah sebabnya keping ini masih berguna untuk netbook dan PC tua yang sudah ditinggalkan alat penyelamat modern.
- Rescatux (686 failsafe) - versi 32-bit dengan pengaturan serba aman.
- Advanced options - submenu berisi pilihan lanjutan, ditandai tanda panah di kanannya.
Baris kecil di bagian bawah layar justru bagian yang paling jujur soal usia keping ini: Debian GNU/Linux 10 (buster) i386 Build: 2021-11-14 dan linux: 4.19.208-1. Artinya, keping ini dibangun pada November 2021 di atas Debian 10 dengan kernel seri 4.19. Kami bahas terus terang di bagian bawah artikel ini, karena pembeli berhak tahu.
Layar 2: Sistem Selesai Dimuat - Login Otomatis Tanpa Kata Sandi
Dokumentasi LPComp.
Setelah pilihan boot dijalankan dan proses pemuatan selesai, sistem mendarat di konsol teks seperti ini. Beberapa baris di layar ini menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan orang:
Debian GNU/Linux 10 debian tty1- menegaskan bahwa fondasi keping ini memang Debian 10, dantty1adalah nama layar teks pertama.debian login: user (automatic login)- ini bagian pentingnya. Sistem masuk sendiri dengan nama penggunauser, dan tidak ada kata sandi yang diminta. Jadi kalau Anda takut terjebak di layar login, tenang saja.Linux debian 4.19.0-18-amd64 ... x86_64- kernel yang benar-benar berjalan adalah versi 64-bit, sesuai pilihan amd64 yang kami ambil di menu boot. Menarik: baris versi di menu boot menyebut i386, tapi begitu entri amd64 dipilih, yang dijalankan memang kernel 64-bit. Keping ini menyimpan kedua versi sekaligus.- Sisanya teks lisensi bawaan Debian - keterangan bahwa semua program di dalamnya perangkat lunak bebas, dan bahwa sistem ini diberikan tanpa jaminan. Ini muncul di setiap sistem Debian, bukan tanda ada yang salah.
Catatan kejujuran: di mesin virtual pengujian kami, Rescatux berhenti di konsol teks ini dan tampilan grafisnya tidak berhasil kami buka. Kami mencoba empat kali dengan cara berbeda - perintah startx berhasil diketik di konsol, tapi tombol Enter tidak pernah diterima mesin virtualnya, dan entri boot lain pun kami coba. Konsekuensinya: jendela Rescapp belum kami potret, sehingga di artikel ini kami tidak menampilkan atau menggambarkan tampilannya - kami hanya menulis apa yang benar-benar terlihat di dua layar di atas. Ini kendala mesin virtual, bukan indikasi keping ini rusak. Begitu kami berhasil memotretnya, panduan layar-per-layar Rescapp akan kami tambahkan menyusul ke artikel ini.
Soal Usia Keping Ini - Terus Terang
Seperti terbaca jelas di potret menu boot, Rescatux 0.74 dibangun pada November 2021 di atas Debian 10 (buster) yang kini sudah lawas. Kami tidak menyembunyikannya, karena angka itu terpampang di layar pertama dan pembeli pasti melihatnya.
Apa artinya dalam praktik? Untuk alat penyelamat seperti ini, umur biasanya tidak seberat untuk sistem operasi harian. Alasannya:
- Tugasnya memperbaiki boot dan partisi, bukan menjalankan aplikasi modern. GRUB, tabel partisi, dan struktur boot UEFI adalah standar yang berubah sangat pelan.
- Ia tidak dipasang dan tidak terhubung terus-menerus ke internet, sehingga urusan pembaruan keamanan tidak sekritis pada sistem harian.
Sisi yang perlu Anda sadari juga ada: kernel 4.19 dari 2021 bisa saja belum mengenal perangkat keras yang sangat baru - misalnya kontroler penyimpanan atau chipset laptop keluaran terkini. Kalau di komputer yang sangat baru disknya tidak terdeteksi, itu penjelasan yang paling mungkin, dan alat dengan kernel lebih baru akan lebih cocok untuk kasus tersebut. Untuk laptop dan PC kelas umum yang beredar di Indonesia, keping ini masih berfungsi sebagaimana mestinya.
Kebutuhan Perangkat Keras
- Prosesor: 32-bit maupun 64-bit sama-sama terlayani. Menu bootnya menyediakan pilihan amd64 untuk komputer modern dan 686 untuk komputer lama.
- RAM: 1 GB sudah memadai untuk pemakaian normal; 2 GB membuatnya lebih lega. Karena berbasis Debian 10 dengan tampilan ringan, kebutuhannya jauh di bawah sistem operasi biasa.
- Penyimpanan: tidak perlu ruang kosong sama sekali di hard disk, karena tidak dipasang. Yang dibutuhkan hanya drive DVD atau, kalau Anda menyalinnya, sebuah flashdisk.
- Tampilan: kartu grafis apa pun. Kalau layar gelap saat boot, gunakan pilihan failsafe di menu boot.
- Jaringan: tidak wajib. Semua perbaikan utama berjalan tanpa internet.
Peringatan sebelum menyentuh apa pun: Rescatux bekerja di area paling sensitif sebuah komputer - catatan boot dan tabel partisi. Alat yang bisa memperbaiki di situ juga bisa memperburuk keadaan kalau salah pilih, misalnya memasang GRUB ke disk yang keliru atau menjalankan perbaikan partisi pada disk yang sebenarnya sehat. Kalau data Anda masih bisa diakses - misalnya disknya masih terbaca saat dicolokkan ke komputer lain - cadangkan dulu data pentingnya sebelum menjalankan perbaikan apa pun. Baca nama tombol dan disk tujuan dengan teliti, dan pastikan laptop tercolok listrik supaya proses tidak terputus di tengah jalan.
Jadi, Siapa yang Butuh Keping Ini
Rescatux paling masuk akal untuk dua kelompok. Pertama, teknisi dan tukang servis: satu keping di tas yang menyelesaikan keluhan "habis instal ulang Windows, Linuxnya hilang" dan "lupa sandi Windows" tanpa perlu mengingat urutan perintah panjang di depan pelanggan. Kedua, pemakai dual-boot yang sesekali harus instal ulang Windows dan tahu bahwa menu GRUB-nya akan tertimpa setiap kali - keping ini mengembalikannya dalam beberapa klik.
Kalau kebutuhan Anda sebenarnya mengatur ukuran partisi, yang Anda cari adalah GParted Live. Kalau yang dibutuhkan menyalin seluruh isi disk ke SSD baru atau membuat cadangan lengkap, itu wilayah Clonezilla. Ketiganya alat teknisi yang saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Habis instal ulang Windows, menu Linux saya hilang. Datanya ikut hilang juga?
Hampir pasti tidak. Yang ditimpa Windows biasanya hanya catatan boot - "papan penunjuk jalan" yang memberi tahu komputer sistem apa saja yang tersedia. Partisi Linux beserta seluruh datanya umumnya masih utuh di disk, hanya tidak lagi punya pintu masuk. Inilah kasus yang paling sering diselesaikan Rescatux lewat tombol pengembalian GRUB-nya.
Diminta kata sandi saat menjalankan DVD ini, apa isinya?
Tidak diminta. Pada pengujian kami, sistem masuk sendiri dengan nama pengguna user - di layar terbaca jelas (automatic login) - tanpa satu pun pertanyaan kata sandi.
Apakah menjalankan DVD ini akan menghapus Windows saya?
Tidak dengan sendirinya. Rescatux dijalankan dari DVD dan tidak memasang apa pun ke hard disk. Yang mengubah isi disk hanya perbaikan yang Anda pilih dan jalankan sendiri. Kalau DVD dikeluarkan lalu komputer dinyalakan ulang tanpa menjalankan perbaikan apa pun, semuanya kembali seperti semula.
Saya sama sekali tidak bisa perintah Linux. Masih bisa memakainya?
Justru itu alasan Rescatux dibuat. Aplikasi Rescapp menyajikan perbaikan sebagai daftar tombol yang diberi nama sesuai masalahnya, bukan sebagai perintah yang harus dihafal. Yang tetap perlu Anda lakukan: membaca nama tombolnya dengan teliti dan memilih disk tujuan yang benar.
Boot berhenti di layar hitam atau tampilan grafisnya tidak muncul. Bagaimana?
Hidupkan ulang, lalu di menu boot pilih entri failsafe - Rescatux (amd64 failsafe) untuk komputer modern, atau Rescatux (686 failsafe) untuk komputer lama. Pilihan failsafe memakai pengaturan tampilan paling sederhana yang biasanya berhasil di perangkat keras rewel. Terus terang, pada mesin virtual pengujian kami sendiri tampilan grafisnya juga tidak berhasil kami buka - lihat catatan kejujuran di atas.
Keping ini buatan 2021 dan berbasis Debian 10. Masih layak dipakai?
Untuk pekerjaannya, umumnya ya. Memperbaiki GRUB, mengatur ulang kata sandi, dan membetulkan entri boot UEFI adalah urusan standar yang berubah sangat pelan, jadi usia keping tidak sebesar pengaruhnya seperti pada sistem operasi harian. Catatannya: pada komputer yang sangat baru, kernel 4.19 bisa saja belum mengenali disk atau chipsetnya.
Kenapa terasa lambat saat dijalankan dari DVD?
Karena drive optik memang jauh lebih lambat daripada SSD, dan seluruh sistem harus dibaca dari keping saat dibutuhkan. Ini normal dan bukan tanda kerusakan. Setelah sistem selesai dimuat, pekerjaan perbaikannya sendiri berjalan cepat.
Pilih Rescatux, GParted Live, atau Clonezilla?
Rescatux untuk memperbaiki komputer yang gagal boot atau sandinya lupa. GParted Live untuk mengatur pembagian ruang disk - memperbesar, memperkecil, membuat, atau menghapus partisi; kami bahas terpisah di panduan GParted Live. Clonezilla untuk menyalin seluruh isi disk ke SSD baru atau membuat cadangan lengkap. Banyak teknisi menyimpan ketiganya karena masalah yang mereka tangani berganti-ganti.
Belum punya DVD-nya?
Rescatux 0.74 tersedia di toko kami dalam bentuk DVD siap pakai, dikemas rapi dan siap kirim ke seluruh Indonesia: lihat DVD Rescatux Rescue Disk. Masih ragu apakah masalah laptop Anda memang urusan Rescatux, atau justru butuh GParted Live untuk partisi atau Clonezilla untuk kloning disk? Sebutkan merek dan tipe laptopnya lewat chat, ceritakan gejalanya - kami bantu cek dulu sebelum Anda beli.





