Sebagian besar distro Linux turunan Debian sekarang memakai systemd sebagai program pertama yang dijalankan sistem saat menyala - tugasnya mengatur kapan dan bagaimana semua layanan lain (jaringan, printer, login, dan seterusnya) dinyalakan. Sebagian komunitas menilai systemd terlalu banyak mengambil alih fungsi yang dulu ditangani banyak program kecil terpisah, dan lebih sulit ditelusuri kalau ada yang bermasalah. Devuan lahir dari penolakan itu: ia adalah Debian apa adanya, hanya diganti bagian pengatur layanannya memakai sysvinit yang lebih sederhana dan sudah dipakai puluhan tahun. Panduan ini menunjukkan apa yang benar-benar Anda lihat saat DVD-nya dijalankan. Semua tangkapan layar di bawah adalah potret kami sendiri dari Devuan Excalibur 6.1.1.
Ringkasan cepat: masukkan DVD, pilih devuan-live (amd64) di menu boot, tunggu proses booting dan pemuatan desktop, dan tampilan MATE siap dipakai tanpa perlu login. Seluruh proses berjalan dari DVD - isi hard disk komputer tidak tersentuh selama Anda tidak mengklik ikon Install Devuan.
Devuan itu Apa, dan Bedanya dengan Debian?
Devuan bukan distro baru dari nol - ia memakai paket dan repository Debian yang sama persis, cuma dua hal yang diganti: pengatur layanan sistem (init) dan beberapa komponen yang bergantung erat padanya. Supaya lebih jelas:
- Debian standar memakai systemd. Untuk pemakai laptop biasa, ini tidak masalah - systemd stabil dan didukung luas, dan kebanyakan orang tidak pernah perlu tahu ia ada di baliknya.
- Devuan memakai sysvinit. Bedanya baru terasa kalau Anda memang punya alasan teknis untuk menghindari systemd - misalnya ingin sistem yang lebih mudah ditelusuri saat troubleshooting boot, memasang di mesin server/embedded yang sengaja dibuat minimal, atau memang punya sikap prinsip soal arsitektur sistem operasi.
- Tampilan dan pemakaian sehari-hari nyaris sama. Desktopnya (MATE), aplikasi bawaan, dan cara memakai internet/office/media tidak berubah. Kalau Anda cuma ingin laptop yang jalan lancar untuk kerja sehari-hari, Devuan dan Debian akan terasa hampir identik.
LPComp juga menjual DVD Debian versi standar. Kalau Anda tidak yakin perlu Devuan atau tidak, baca dulu panduan instal Debian dari DVD - untuk mayoritas pemakai, Debian standar sudah cukup dan pilihan software-nya sama luasnya. Devuan baru masuk akal kalau Anda memang punya alasan spesifik menghindari systemd.
Layar 1: Menu Boot
Dokumentasi LPComp.
Begitu DVD dijalankan, inilah layar pertama yang muncul, dengan logo Devuan di tengah atas. Pilihannya:
- devuan-live (amd64) - pilihan yang sudah tersorot dan yang dipakai hampir semua orang. Sistem akan berjalan dulu dari DVD (mode live) tanpa mengubah apa pun di hard disk.
- Other language - tekan TAB untuk mengubah bahasa sebelum boot.
- devuan-live (amd64) (load to RAM) - seluruh sistem dimuat ke memori dulu. Berguna kalau ingin drive DVD bisa dikeluarkan setelah booting, tapi butuh RAM cukup besar.
- devuan-live (amd64) (failsafe) - mode aman untuk komputer yang gagal boot dengan pilihan normal.
- Memory test - dua pilihan untuk menguji RAM, tidak menjalankan Devuan sama sekali.
Untuk pemakaian biasa, cukup tekan Enter di pilihan pertama yang sudah tersorot.
Layar 2: Kernel Mulai Dimuat
Dokumentasi LPComp.
Setelah Enter ditekan, menu tadi tidak langsung hilang - di pojok kiri bawah muncul baris Loading /live/vmlinuz... ok lalu Loading /live/initrd.img.... Ini tanda kernel Linux dan berkas pendukung awal sedang dibaca dari DVD. Karena dibaca dari drive optik (bukan flashdisk atau SSD), tahap ini wajar terasa lebih lambat - jangan buru-buru menekan tombol apa pun.
Layar 3: Proses Boot - di Sinilah sysvinit Terlihat
Dokumentasi LPComp.
Layar ini yang paling menunjukkan identitas Devuan. Kalau Anda menjalankan Debian standar, layar setara ini akan menyebut systemd. Di sini terlihat jelas baris INIT: version 3.14 booting dan Using makefile-style concurrent boot in runlevel S - itulah sysvinit yang bekerja, bukan systemd. Baris-baris di atasnya juga menunjukkan proses umum sistem live: memuat driver, memasang filesystem squashfs (format terkompresi yang dipakai DVD live), dan menyiapkan jaringan. Semua ini berjalan otomatis, Anda tidak perlu melakukan apa-apa di layar ini.
Layar 4: Desktop Baru Mulai Tampil
Dokumentasi LPComp.
Sesaat setelah proses live selesai, desktop MATE muncul lebih dulu bagian panel atas (menu Applications, jam, ikon status) dan dock bawah (folder Home, terminal, pengelola berkas, peramban), sementara area wallpaper masih hitam polos selama sepersekian detik. Ini normal - komponen desktop dimuat bertahap, dan wallpaper baru digambar setelah komponen lain siap. Kalau layar Anda sempat terlihat seperti ini saat pertama masuk, tunggu saja beberapa detik.
Layar 5: Desktop Devuan Siap Pakai
Dokumentasi LPComp.
Inilah tampilan akhirnya, memakai desktop MATE - ringan dan mirip tata letak desktop klasik yang mudah dikenali. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Ikon "Install Devuan" di kiri - ini pintu masuk pemasangan permanen ke hard disk. Selama Anda tidak mengkliknya, isi hard disk komputer sama sekali tidak tersentuh.
- Berkas Release_notes_excalibur dan README sudah tersedia di desktop - catatan rilis resmi kalau Anda ingin baca detail teknis versi ini.
- Wallpaper bertuliskan "software freedom, your way" - moto Devuan, merujuk pada kebebasan memilih arsitektur init sistem sendiri.
- Dock bawah berisi pengelola berkas, terminal, file manager root, peramban, pencarian, dan folder - cukup untuk aktivitas dasar tanpa perlu masuk menu Applications dulu.
Tidak ada aplikasi office atau multimedia berat yang langsung terlihat di desktop - itu wajar untuk edisi live minimal. Aplikasi tambahan bisa dipasang lewat manajer paket setelah Devuan terpasang permanen.
Kebutuhan Perangkat Keras
- Prosesor: 64-bit (amd64), termasuk CPU lama yang sudah tidak didukung distro-distro terbaru
- RAM: 1 GB minimum untuk mode live sekadar mencoba; 2 GB ke atas untuk pemakaian normal, lebih nyaman lagi di 4 GB
- Penyimpanan: sekitar 10-15 GB untuk pemasangan permanen dengan desktop MATE. Untuk sekadar mencoba lewat DVD, tidak perlu ruang disk sama sekali
- Kartu grafis: tidak butuh kartu khusus - salah satu daya tarik Devuan justru kebutuhan sumber dayanya yang ringan, cocok untuk laptop atau PC lama
Perlu digarisbawahi: Devuan bukan pilihan "lebih baik" secara umum dibanding Debian standar - keduanya sama-sama stabil dan memakai paket yang identik. Devuan hanya masuk akal kalau Anda memang punya alasan spesifik menghindari systemd (teknis, prinsip, atau kompatibilitas mesin lama). Kalau Anda belum pernah dengar soal perdebatan init system dan cuma butuh laptop yang jalan, Debian standar sudah lebih dari cukup dan komunitas dukungannya jauh lebih besar.
Kesimpulan
Devuan Excalibur 6.1.1 memberikan pengalaman Debian yang familiar dengan satu perbedaan mendasar di balik layar: sysvinit menggantikan systemd sebagai pengatur layanan sistem. Bagi pemakai yang punya alasan menghindari systemd atau ingin sistem sesederhana mungkin, ini pilihan yang tepat. Bagi pemakai biasa, tidak ada yang berubah dari sisi pemakaian sehari-hari - dan itu justru intinya: Devuan ingin membuktikan sistem tanpa systemd tetap bisa dipakai normal.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa itu systemd, dan kenapa Devuan tidak memakainya?
systemd adalah program pertama yang dijalankan Linux saat menyala, tugasnya menyalakan dan mengatur semua layanan sistem lainnya. Sebagian komunitas menilai systemd sudah mengambil terlalu banyak fungsi yang dulu ditangani program-program kecil terpisah, sehingga lebih rumit ditelusuri kalau ada masalah. Devuan memakai sysvinit, versi yang lebih sederhana dan sudah lama teruji, sebagai gantinya.
Kalau saya pemakai biasa, apakah saya akan merasakan bedanya?
Hampir tidak. Aplikasi sehari-hari, cara membuka internet, mengetik dokumen, atau memutar musik sama saja seperti di Debian atau distro Debian lain. Perbedaan sysvinit vs systemd baru terasa kalau Anda masuk ke pengaturan layanan tingkat lanjut atau melakukan troubleshooting boot.
Diminta kata sandi saat masuk desktop, apa isinya?
Mode live Devuan langsung masuk ke desktop tanpa layar login terpisah - tidak ada kata sandi yang perlu diketik. Setelah dipasang permanen ke hard disk, kata sandinya adalah yang Anda tentukan sendiri saat proses instalasi.
Apakah menjalankan DVD ini akan menghapus Windows saya?
Tidak. Selama Anda hanya menjalankannya (mode live) dan tidak mengklik ikon Install Devuan di desktop, hard disk sama sekali tidak diubah. Keluarkan DVD lalu nyalakan ulang, dan komputer kembali ke Windows seperti biasa.
Kenapa proses boot terasa lambat dari DVD?
Karena drive optik memang jauh lebih lambat dibanding SSD atau flashdisk, ditambah sistem live harus membaca seluruh filesystem terkompresi (squashfs) dari disk. Ini normal dan bukan tanda kerusakan. Setelah dipasang permanen ke SSD/hard disk, kecepatannya berubah total.
Berapa RAM minimal yang realistis?
Secara teknis 1 GB sudah cukup untuk mencoba mode live, tapi untuk pemakaian normal sehari-hari - membuka peramban sambil menjalankan beberapa aplikasi - 2 GB ke atas jauh lebih masuk akal. Justru di sinilah Devuan unggul: karena tidak membawa beban systemd, ia cenderung sedikit lebih hemat sumber daya dibanding Debian standar pada mesin yang sama.
Pilih Devuan atau Debian standar?
Kalau Anda tidak tahu bedanya atau tidak peduli soal systemd, pilih Debian standar - dukungan komunitasnya lebih luas dan semua tutorial umum langsung berlaku. Pilih Devuan kalau Anda memang punya alasan spesifik menghindari systemd, ingin sistem operasi paling sederhana untuk mesin lama, atau memang ingin belajar arsitektur init system yang berbeda.
Belum punya DVD-nya?
Devuan Excalibur 6.1.1 tersedia di toko kami dalam bentuk DVD siap pakai, dikemas rapi dan siap kirim ke seluruh Indonesia: lihat DVD Devuan Excalibur 6.1.1. Ragu apakah laptop Anda kuat menjalankannya, atau masih bingung pilih Devuan atau Debian standar? Sebutkan merek dan tipe laptopnya lewat chat - kami bantu cek dulu sebelum Anda beli.





