Kebanyakan distro Linux untuk uji keamanan (Kali Linux, BackBox, Parrot OS) dibuat di luar negeri. DracOs Linux beda — ini distro pentest yang benar-benar dibangun dari nol oleh developer Indonesia, bukan turunan/modifikasi dari distro lain. Semua tangkapan layar di panduan ini adalah potret kami sendiri.
Sejarah Singkat: Bukan Sekadar "Remix"
DracOs Linux dikembangkan oleh Zico Ekel mulai tahun 2015. Yang membuatnya berbeda dari kebanyakan "distro pentest" lain: banyak distro keamanan populer sebenarnya adalah turunan Ubuntu/Debian yang ditambahi paket-paket security tools (BackBox dan Kali termasuk kategori ini). DracOs dibangun dengan pendekatan Linux From Scratch (LFS) — disusun dari komponen dasar, bukan hasil modifikasi distro yang sudah ada.
Nama distronya diambil dari kata "Draco" (naga dalam bahasa Latin), dan tagline yang muncul di layar boot-nya cukup jelas menggambarkan filosofinya: "We live by the code, and was raised by ethics" — pengingat bahwa perkakas pengujian keamanan di dalamnya ditujukan untuk penggunaan yang sah dan bertanggung jawab (mengamankan sistem milik sendiri atau dengan izin resmi), bukan untuk menyerang sistem orang lain tanpa izin.
Langkah 1: Menu Boot
Dokumentasi LPComp.
Ada dua pilihan boot: Run dracos live (mode coba, tidak ada perubahan disimpan) dan Run dracos (persistent changes) — kalau dijalankan dari flashdisk dan ingin perubahan/pengaturan tersimpan untuk sesi berikutnya. Untuk mencoba-coba pertama kali, pilih live saja. Menu ini otomatis lanjut ke pilihan pertama dalam beberapa detik kalau tidak ada tombol ditekan.
Login Pertama
DracOs boot ke konsol teks, bukan langsung ke desktop grafis — sesuai kebiasaan distro keamanan pada umumnya (Kali dan BackTrack juga begitu). Login dengan akun bawaan:
- Username:
root - Password:
toor
Setelah berhasil masuk, ketik startx untuk membuka tampilan grafis.
Tampilan Desktop
Dokumentasi LPComp.
Tampilannya minimalis khas distro yang dibangun dari LFS — panel tipis di bagian atas berisi empat kategori menu:
- MAIN — aplikasi dasar (pengelola berkas, terminal, dan sejenisnya).
- DEVEL — perkakas untuk developer/programmer.
- PENTEST — kumpulan alat uji keamanan (inti dari distro ini).
- MISC — perkakas lain-lain.
Di sisi kanan panel ada informasi sistem langsung: penggunaan CPU, RAM, kecepatan jaringan naik/turun, dan jam. Praktis untuk teknisi yang perlu memantau beban sistem sambil bekerja.
Catatan kejujuran: pada percobaan kami, klik langsung pada panel menu MAIN/DEVEL/PENTEST/MISC tidak merespons — kemungkinan window manager custom distro ini butuh kombinasi tombol tertentu yang tidak kami temukan lewat percobaan standar. Supaya tetap bisa membuktikan isi distro ini secara jujur, kami verifikasi lewat baris perintah (terminal) sebagai gantinya — hasilnya di bawah.
Langkah 2: Buktikan Lewat Terminal — Ini Benar-Benar LFS
Dari terminal, perintah uname -a menunjukkan detail kernel dan build distro ini:
Dokumentasi LPComp.
Hostname sistemnya sendiri sudah dracOs — bukan warisan dari distro lain. Kami juga mencoba membuka /etc/os-release, berkas standar yang HAMPIR SELALU ada di distro berbasis Debian/Ubuntu seperti BackBox atau Kali:
Dokumentasi LPComp.
Berkas itu tidak ada di DracOs — konsisten dengan klaim bahwa distro ini dibangun dari nol (LFS), bukan turunan distro besar manapun yang biasanya mewarisi berkas standar tersebut.
Langkah 3: Buktikan Tool Pentest-nya Benar Ada
Daripada sekadar percaya nama kategori "PENTEST" di panel, kami cek langsung lewat perintah find:
Dokumentasi LPComp.
Hasilnya: Hydra (perkakas brute-force login/password) dan Nmap (pemindai jaringan, salah satu tool pentest paling mendasar dan wajib ada di distro manapun yang mengklaim dirinya untuk keamanan) sama-sama benar-benar terpasang di /usr/bin. Bukan sekadar nama kategori kosong di menu.
Langkah 4: Cek Konfigurasi Jaringan
Perintah ip a menampilkan antarmuka jaringan yang dikenali sistem:
Dokumentasi LPComp.
Berguna untuk memverifikasi apakah kartu jaringan (WiFi atau ethernet) laptop Anda terdeteksi sebelum menjalankan tool-tool yang butuh akses jaringan seperti Nmap.
Kapan DracOs Dipakai
- Belajar keamanan siber — cocok untuk pemula yang ingin memahami tools pentest dalam lingkungan yang ringan dan tidak berat seperti Kali Linux.
- Uji keamanan sistem milik sendiri — jaringan rumah, server pribadi, atau aplikasi yang sedang dikembangkan, sebelum dirilis ke publik.
- Alternatif Indonesia untuk yang ingin mendukung produk developer lokal, atau sekadar penasaran dengan distro keamanan buatan dalam negeri.
Penting: perkakas pengujian keamanan di dalam DracOs (dan distro pentest apa pun) hanya boleh dipakai pada sistem milik sendiri atau dengan izin eksplisit dari pemiliknya. Menggunakannya untuk mengakses sistem orang lain tanpa izin adalah tindakan ilegal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya dengan Kali Linux?
Kali Linux berbasis Debian dengan ratusan tools bawaan dan dukungan komunitas global yang sangat besar — pilihan paling umum untuk profesional. DracOs lebih ringan, dibangun dari nol (LFS), dan cocok untuk yang ingin belajar bagaimana sebuah distro Linux pentest disusun dari dasar, atau sekadar mencari alternatif yang lebih ringan.
Apakah cocok untuk pemula yang baru belajar Linux?
DracOs lebih cocok untuk yang sudah punya dasar Linux, karena dokumentasi dan komunitasnya jauh lebih kecil dibanding Kali. Untuk benar-benar pemula, disarankan mulai dari distro desktop biasa dulu (baca panduan Linux Mint), baru beralih ke distro pentest setelah familiar dengan Linux.
Belum punya DVD/flashdisk-nya?
DracOs Linux tersedia di toko kami. Hubungi kami lewat chat untuk cek ketersediaan.





