Sudah baca panduan DLC Boot 2019 kami? Artikel ini membahas versi yang lebih baru — dan langsung ke intinya: apa yang benar-benar berubah, bukan mengulang katalog 166 tool yang sudah dibahas di artikel sebelumnya. Semua tangkapan layar di sini adalah potret kami sendiri.
Catatan penting soal versi: media yang kami uji diberi label "2023" pada nama filenya, tapi begitu boot, launcher di dalamnya sendiri jelas menampilkan tulisan "DLC Boot 2022". Kami memakai nama yang tertulis di software-nya sendiri (2022), bukan ikut nama file — supaya tidak menyesatkan.
Perbedaan Paling Terasa: Boot Manager yang Jauh Lebih Rapi
Dokumentasi LPComp.
Di DLC Boot 2019, Anda disambut menu boot bergaya GRUB dengan puluhan baris teks (bisa dibaca di artikel sebelumnya). Di sini, tampilannya adalah Windows Boot Manager resmi — bersih, hanya tiga pilihan:
- Windows 10 PE [UEFI x64] — sama seperti versi 2019, lingkungan kerja utama berbasis Windows 10.
- Windows 11 PE [UEFI x64] — ini yang benar-benar baru. DLC Boot 2019 tidak punya opsi ini sama sekali. Dibahas lebih detail di bagian bawah.
- Acronis True Image 2020 [UEFI x64] — software backup/restore populer, sekarang bisa langsung di-boot dari menu utama tanpa harus masuk Mini Windows dulu.
Desktop dan Launcher — Tampilan Baru, Struktur Mirip
Dokumentasi LPComp.
Desainnya dirombak total — latar belakang gradien warna-warni menggantikan tema lama, dan jendela peluncur alat sekarang bergaya ubin (tile) modern. Struktur kategorinya sendiri masih mirip: Mini Win Tools, Disk Tools, Backup & Restore, Driver, Network, Data Recovery, Hardware Tools, Office, Antivirus, Systems, Utilities, USB Tools (kategori baru, dibahas di bawah), Password Remove, Microsoft Crack (tidak kami bahas — kebijakan LPComp tidak membahas kategori aktivator/crack), dan Other Tools.
Fitur Baru: Kategori USB Tools Khusus
Dokumentasi LPComp.
Di versi 2019, Rufus (perkakas bikin flashdisk bootable) cuma nyempil di kelompok Utilitas. Sekarang ada kategori khusus USB Tools berisi tujuh perkakas:
- USB Disk Format dan SD Formatter — format ulang flashdisk/kartu SD.
- USB Unhide — memunculkan kembali flashdisk yang "hilang" kapasitasnya (sering terjadi setelah kena virus tertentu).
- Test USB — mengecek keaslian kapasitas flashdisk (banyak flashdisk palsu mengklaim kapasitas lebih besar dari sebenarnya).
- Rufus — bikin flashdisk bootable dari file ISO.
- Flash Toolkit — kumpulan utilitas flashdisk tambahan.
- NTFS Protection — mencegah penulisan tak sengaja ke drive NTFS.
Pengelompokan khusus ini konsisten dengan riset kami: versi-versi baru DLC Boot memang mendorong dukungan perangkat USB yang lebih baik dibanding versi 2019.
Windows 11 PE — Lingkungan yang Benar-Benar Berbeda
Kami penasaran apakah "Windows 11 PE" ini cuma nama baru untuk isi yang sama, atau benar-benar lingkungan berbeda. Jadi kami tekan panah bawah di layar Boot Manager untuk memilihnya:
Dokumentasi LPComp.
Lalu boot langsung ke situ:
Dokumentasi LPComp.
Terbukti berbeda — susunan ikon desktopnya tidak sama persis dengan Windows 10 PE (ada ikon Command Prompt langsung di desktop, sesuatu yang tidak menonjol di versi 10 PE). Saat kami potret, jendela PE Network Manager sedang otomatis memulai koneksi jaringan — tanda lingkungan ini memang di-boot dan diinisialisasi secara terpisah, bukan sekadar Windows 10 PE yang diganti label.
Launcher tool DLC Boot yang sama tetap tersedia di Windows 11 PE, jadi semua kategori tool yang dibahas di atas tetap bisa diakses dari sini.
Sentuhan Kecil: Keterangan Tooltip di Ikon Desktop
Dokumentasi LPComp.
Detail kecil yang tidak ada di versi 2019: mengarahkan mouse ke ikon desktop sekarang memunculkan keterangan singkat fungsinya (contoh di atas: ikon This PC menjelaskan "Shows the disk drives and hardware connected to this computer"). Membantu teknisi baru yang belum hafal semua ikon.
Kapan Pilih 2022 vs 2019?
- Pilih 2022 (versi ini) kalau laptop Anda relatif baru, terutama yang aslinya sudah pakai Windows 11 — dukungan driver dan USB 3.0-nya lebih baik.
- Pilih 2019 kalau laptop Anda cukup lawas, atau Anda sudah familiar dengan tampilan menu boot gaya GRUB-nya.
Isi tool inti (Ghost, True Image, AOMEI Partition Assistant, dan sebagainya) pada dasarnya sama di kedua versi — baca panduan DLC Boot 2019 untuk katalog lengkap 166 tool beserta penjelasannya, yang berlaku juga untuk versi ini.
Perlu diketahui: matikan dulu Secure Boot di BIOS/UEFI laptop Anda sebelum boot dari media ini. Kami periksa langsung berkas boot utamanya - bukan ditandatangani Microsoft, jadi ditolak firmware selama Secure Boot masih menyala. Sama seperti versi 2019 (baca detailnya di panduan DLC Boot 2019), berlaku di laptop merek dan tahun berapa pun.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kenapa sebutannya "2022" kalau nama filenya "2023"?
Kami menemukan hal ini saat menguji medianya sendiri — tampilan launcher di dalamnya jelas menampilkan "DLC Boot 2022". Kami memutuskan memakai nama yang ditulis software-nya sendiri, bukan nama file yang beredar, supaya informasi ke pembaca tetap akurat.
Apakah Windows 11 PE lebih berat dijalankan dibanding Windows 10 PE?
Dalam pengujian kami, keduanya berjalan dengan baik di spesifikasi yang sama. Kalau laptop Anda sangat terbatas RAM-nya (di bawah 2GB), Windows 10 PE kemungkinan sedikit lebih ringan.
Belum punya DVD/flashdisk-nya?
DLC Boot tersedia di toko kami dalam beberapa varian versi. Hubungi kami lewat chat untuk cek ketersediaan dan bantuan memilih versi yang cocok.





